2 Tips Renovasi Bangunan dengan Budget Terbatas

Pakailah Jasa Kontraktor Untuk Renovasi Bangunan

Bangunan yang sudah berumur di atas sepuluh tahun pasti sudah membutuhkan perawatan lebih intens dibanding bangunan baru, tidak menutup kemungkinan sudah waktunya untuk dilakukan renovasi bangunan dengan skala cukup besar. Pekerjaan perbaikan atau pergantian yang biasa dilakukan mulai dari rangka atap (sering terjadi pada rangka atap dari kayu), keramik, dan pengecatan. Di sektor komersial seperti restoran, cafe, tempat umum, bahkan kantor, umumnya usia pakai dari material bangunan hanya bertahan tidak lebih dari sepuluh tahun. Biasanya hal ini disebabkan oleh pemakaian yang lebih sering dan perawatan yang kurang, berbeda dengan di sektor hunian.

Dilihat dari sudut pandang tersebut, usia pakai material dipengaruhi oleh banyaknya pemakaian dan frekuensi perawatan. Apabila penggunaan material dilakukan secara benar dan perawatan dilakukan secara baik, pasti usia pakai material akan lebih bertahan lama. Tentu saja di luar kedua faktor ini, masih banyak faktor lain yang bisa berpengaruh terhadap usia material tersebut, seperti faktor cuaca, faktor ketidaksengajaan, dan lainnya.

Renovasi bangunan oleh jasa kontraktor di Bogor

Renovasi bangunan biasanya dilakukan dengan skala prioritas, terutama di sektor residensial, karena alasan yang beragam. Umumnya pekerjaan renovasi disesuaikan dengan budget yang ada. Namun pola pikir yang seperti ini memungkinkan problem yang sama akan muncul kembali dalam waktu dekat. Karena dengan menyesuaikan budget yang ada, biasanya pekerjaan perbaikan dilakukan seadanya, bahkan sering kali tidak memperbaiki sumber masalah yang ada. Atau dengan menunda pekerjaan renovasi, kerusakan yang terjadi sudah terlanjur menyebar atau meluas dan mengakibatkan kerusakan yang lebih besar dengan biaya perbaikan yang lebih mahal.

Hal tersebut juga dialami pada sektor komersial terutama pada kelas menengah ke bawah, di mana banyak menggunakan material dengan kualitas kurang baik. Akibatnya adalah umur pakai material akan lebih pendek. Apalagi dengan banyaknya material-material lokal atau KW yang memiliki desain bagus namun ketahanan yang kurang baik. Bagi sebagian orang yang tidak mengetahui hal teknis atau lebih mementingkan desain yang bagus, mungkin tidak akan mengetahui kualitas material yang dipakai bagus atau tidak. Ditambah lagi banyak merek-merek baru yang bermunculan sehingga tidak memungkinkan untuk mencari informasi satu per satu mengenai material tersebut.

Baca : Tips Pemasangan Aluminium

Dalam menyikapi kelemahan-kelemahan yang dihadapi tersebut, biasanya jasa renovasi seperti kontraktor bangunan, sudah menetapkan standard dalam penggunaan material. Dengan kata lain, masing-masing jasa renovasi bangunan sudah memiliki merek-merek material yang digunakan sebagai standard dalam pekerjaan mereka. Dengan adanya standard material, hasil yang didapatkan adalah kualitas pekerjaan yang lebih baik. Tentu saja standarisasi yang dilakukan ini berakibat pada meningkatnya biaya renovasi bangunan. Namun demikian, benefit yang akan dirasakan oleh pemilik bangunan adalah usia pakai yang lebih lama. Dari sudut pandang ini, bisa jadi penggunaan material dengan kualitas bagus dan umur pakai yang lebih lama justru bisa menghemat banyak biaya renovasi bangunan.

Apabila Anda kurang memahami perihal material yang umum digunakan dalam renovasi bangunan, Anda dapat melakukan konsultasi ke jasa kontraktor bangunan atau kontraktor bangunan. Anda juga dapat melakukan konsultasi ke jasa pemborong bangunan namun biasanya pemborong bangunan tidak dibekali keahlian dan pengetahuan yang sesuai, dan lebih banyak mengandalkan pengalaman saja. Dalam membuat estimasi biaya renovasi bangunan, usahakan Anda membandingkan jasa renovasi bangunan yang sepadan agar perbandingan yang Anda buat sebanding. Hindari untuk membandingkan estimasi biaya renovasi antara kontraktor dengan pemborong karena pasti ada perbedaan cara kerja, kualitas, dan standard yang digunakan.

Renovasi bangunan untuk kantor oleh kontraktor bangunan

Apakah Sebaiknya Melakukan Renovasi Bangunan Lama atau Membeli yang Baru ?

Membeli hunian baru atau renovasi rumah lama memang membingungkan karena keduanya membutuhkan dana yang tidak sedikit dan memiliki kekurangan atau kelebihan masing-masing. Umumnya membeli hunian baru, walaupun dengan dana yang lebih besar, kamu akan mendapatkan lingkungan yang lebih baik, lokasi yang lebih strategis, usia bangunan yang lebih baru, ataupun fasilitas yang lebih baik. Sementara dengan melakukan renovasi, kamu akan mengeluarkan dana yang lebih sedikit tapi juga tidak akan mendapatkan keuntungan dari membeli hunian baru.

Saat kamu mengalami kebingungan seperti ini, ada baiknya kamu kembali mempertimbangkan beberapa hal yang menjadi prioritas. Bukan hanya melihat dari segi budget semata, namun juga hal-hal lain yang dapat mempengaruhi kamu dalam mengambil keputusan. Simak beberapa hal berikut yang bisa membantu kamu dalam mengambil keputusan antara membeli hunian baru atau melakukan renovasi.

Lakukan survey dan membuat perbandingan.

Sebelum memutuskan memilih membeli hunian yang baru, kamu bisa berkeliling untuk melakukan survey. Survey ditujukan untuk membandingkan antara harga, lokasi, fasilitas, dan lain-lain. Apabila biaya renovasi akan lebih tinggi atau selisih sedikit dibanding membeli hunian baru dengan lokasi dan fasilitas yang sama baiknya, maka sebaiknya kamu membeli hunian baru saja. Harus diingat bahwa dalam melakukan renovasi besar, sebaiknya kamu mempersiapkan dana untuk pindah sementara karena kondisi bangunan akan menjadi kotor.

renovasi bangunan lama untuk gudang oleh kontraktor

Dana cadangan.

Dalam membeli hunian baru, biasanya kamu juga harus masih melakukan renovasi kembali karena umumnya hunian baru tidak bisa langsung ditempati karena membutuhkan beberapa penyesuaian dengan kebutuhan bangunan kamu. Oleh karena kamu harus melakukan renovasi rumah kembali, sebaiknya kamu menyiapkan dana cadangan. Untuk merenovasi bangunan lama pun, sebaiknya kamu menyiapkan dana cadangan untuk mengantisipasi pekerjaan yang tidak terduga selama renovasi berlangsung.

Baca : Mengenal Jenis Kusen

Potensi jual atau sewa hunian lama.

Misalkan kamu memutuskan untuk membeli hunian baru, pasti kamu juga harus mempertimbangkan hunian lama akan dijual atau disewa. Coba konsultasikan dengan agen properti terdekat mengenai potensi jual atau sewa hunian lama kamu. Ada kemungkinan bahwa proses penjualan atau sewa hunian lama sedang melambat sehingga membutuhkan waktu lebih lama dalam melakukan penjualan atau sewa, atau justru sebaliknya. Dari sini kamu dapat mengkalkulasi untung rugi dalam membeli hunian baru atau melakukan renovasi rumah lama.

Waktu.

Biasanya kalau kamu membeli hunian baru melalui pengembang besar, bangunan yang akan kamu tempati belum atau sedang dalam pembangunan. Sehingga membutuhkan waktu 6 – 9 bulan sampai kamu bisa menempati bangunan tersebut. Di lain sisi, bila kamu mempertimbangkan untuk melakukan renovasi rumah, maka kemungkinan besar waktu renovasi akan jauh lebih cepat dibandingkan waktu bangun.

Baca : Jasa Kitchen Set

Pada akhirnya, memutuskan membeli hunian baru atau melakukan renovasi rumah lama akan membutuhkan waktu karena banyak yang mesti dipertimbangkan. Pilihlah secara bijak mengenai keputusan yang akan kamu buat. Apabila dibutuhkan, kamu bisa berkonsultasi ke jasa kontraktor bangunan perihal proses bangun ataupun renovasi rumah tersebut. Jasa kontraktor dapat memberikan masukan kepada kamu mengenai ide-ide segar dalam renovasi rumah kamu.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *