Tips Kontraktor Bangunan : Sistem Tata Udara dan Listrik

Mengenal Sistem Tata Udara Atau HVAC

Salah satu pekerjaan yang biasa ditangani oleh jasa kontraktor bangunan adalah instalasi sistem tata udara dan kelistrikan. Pekerjaan tersebut bukan hanya dilakukan pada gedung perkantoran dalam skala besar, tapi juga di sektor perumahan dengan ruang lingkup yang jauh lebih kecil. Dalam artikel tips kontraktor bangunan kali ini akan dijelaskan secara umum mengenai sistem tata udara dan listrik dalam skala pekerjaan yang kecil.

Mengenal Sistem Tata Udara atau HVAC.

Sistem tata udara atau yang sering disebut dengan HVAC (Heating, Ventilation and Air Conditioning) atau AHU (Air Handling Unit) adalah suatu sistem pengkondisian yang dibuat untuk mengatur kualitas udara dalam suatu ruang tertentu. Kualitas udara dikondisikan berdasarkan suhu, tekanan, kelembaban, kebersihan, dan jalur distribusi. Oleh karena itu, kontraktor bangunan dalam merencanakan desain sistem tata udara, harus memperhatikan beberapa hal, seperti : volume ruangan, jumlah orang, peralatan yang ada di dalam ruangan, jenis aktivitas, fungsi ruangan, jumlah intensitas cahaya matahari, jumlah partikel dalam udara, dan suhu ruangan yang diinginkan. Setelah menentukan target dari masing-masing indikator tersebut, barulah kita menentukan desain sistem tata udara dengan jenis mesin dan jalur saluran pendingin yang dibutuhkan.

Banyak orang tidak memahami pentingnya perencanaan sistem tata udara atau HVAC ini. Padahal dalam prakteknya, kontraktor bangunan membuat perencanaan HVAC yang tepat untuk menghasilkan kualitas udara yang baik dalam suatu ruangan, terutama di industri farmasi dan kesehatan. Beberapa jenis ruangan yang biasanya memerlukan perencanaan HVAC adalah laboratorium, rumah sakit, ruang produksi pabrik, gudang, hingga gedung perkantoran. Kualitas udara yang baik dapat mempengaruhi produktifitas kerja karyawan, menjaga hasil tes laboratorium atau hasil produksi pabrik (terutama obat), dan melindungi peralatan kerja. Melihat pentingnya perencanaan HVAC yang tepat, mari kita perhatikan beberapa tips kontraktor bangunan berikut dalam menentukan desain HVAC.

1. Mengenal peralatan yang dibutuhkan.
Dalam perencanaan HVAC, pada dasarnya ada 3 tahap proses yang diperhatikan, yaitu : heating (pemanasan), ventilation (ventilasi), dan air conditioning (pendinginan). Pemanas adalah peralatan yang digunakan untuk menghasilkan panas. Peralatan yang digunakan dalam proses pemanasan antara lain boiler, tungku, dan pompa kalor. Sedangkan ventilasi adalah proses penggantian udara dalam suatu ruang yang bertujuan mengontrol kualitas udara (suhu, kelembaban, panas, debu, dan faktor lain) dan menjaga jumlah oksigen. Peralatan yang digunakan adalah AHU dengan jaringan distribusi udara. Untuk proses pendinginan, digunakan AC dan refrigerasi untuk menghilangkan panas. AC sendiri ada banyak jenis yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan Anda.

2. Budget vs spesifikasi.
Sering kali dalam menentukan spesifikasi material yang diinginkan, kontraktor bangunan harus memperhitungkan budget sehingga material yang diminta berlebihan (over spec). Maka dari itu, kenali dulu kebutuhan Anda dalam merencanakan sistem tata udara. Semakin tinggi spesifikasi dan indikator yang ditentukan, maka biaya yang harus dikeluarkan akan semakin mahal. Oleh karena itu, sesuaikan kebutuhan Anda dalam menentukan spesifikasi HVAC. Apabila Anda merencanakan desain HVAC untuk gedungg kantor, Anda tidak perlu menentukan indikator seperti ruang laboratorium atau pabrik obat. Demikian pula bila Anda merencanakan desain HVAC untuk ruang kamar rumah sakit, indikator yang ditentukan akan berbeda dengan bagian dapur atau ICU. Dengan mengenali kebutuhannya, Anda dapat menghemat banyak dalam mengalokasikan budget.

3. Pastikan Anda membuat perencanaan secara detail.
Tahap perencanaan sangat penting dilakukan untuk menghindarkan kesalahan dalam tahap pelaksanaan pekerjaan. Oleh karena itu, buatlah detail perencanaan dengan baik. Tahap perencanaan sering kali membutuhkan budget yang tidak sedikit, namun biaya tersebut harus Anda keluarkan untuk meminimalisasi resiko kegagalan dalam pelaksanaan. Akibat yang ditimbulkan dari kegagalan tersebut dapat membuang waktu dan biaya yang jauh lebih banyak.

HVAC untuk Tempat Tinggal.

HVAC tidak hanya diimplementasikan oleh kontraktor bangunan pada gedung perkantoran atau industri besar saja. Tapi, dalam skala kecil seperti tempat tinggal pun, HVAC harus direncanakan dengan baik. Sebagai contoh kecil, apabila kontraktor bangunan salah dalam menentukan kapasitas AC di sebuah ruangan, ruangan tersebut tidak bisa memenuhi kondisi dingin yang diinginkan. Penempatan jendela yang salah dapat mengakibatkan sirkulasi udara tidak berjalan baik. Di sinilah pentingnya kontraktor bangunan mengetahui beberapa hal kecil dalam merencanakan sistem tata udara.

Dalam menentukan besar pk (paard kracht) yang dibutuhkan pada AC, Anda dapat menggunakan acuan berdasarkan luas ruangan dikalikan dengan 500 btu s/d 1000 btu. Besaran btu ditentukan banyak faktor seperti suhu ruangan yang diinginkan, jumlah intensitas cahaya matahari, dan lainnya. Sebagai contoh apabila ada ruang kamar seluas 9 m2, maka kebutuhan besar pk minimal ac yang harus dipenuhi adalah 9 x 500 = 4500 btu. Angka ini sebanding dengan AC 1/2 pk. Namun jumlah btu bisa jadi berubah bila kita perhitungkan untuk ruang keluarga dengan luas sama. Konsultasikan kondisi ruangan tempat tinggal Anda dengan kontraktor bangunan sewaktu memilih besar dan jenis AC yang diinginkan.

Mengenal Instalasi Listrik Secara Umum.

Listrik menjadi salah satu kebutuhan utama di sektor residensial maupun komersial. Tanpa adanya instalasi listrik yang dilakukan kontraktor bangunan secara memadai, Anda akan berpotensi mendapatkan banyak masalah mulai dari hubungan arus pendek, peralatan elektronik yang mudah rusak, hingga kebakaran. Oleh karena itu, ada baiknya Anda sedikit mengetahui komponen listrik yang umum digunakan dan cara pemasangannya yang ideal.

Untuk tempat tinggal, sumber listrik dari PLN akan masuk ke bangunan melalui KWH meter atau yang sering disebut meteran listrik. KWH meter ini berfungsi menghitung daya pemakaian listirk Anda setiap waktunya. KWH meter dilengkapi dengan MCB (Miniature Circuit Breaker) yang berfungsi sebagai komponen yang memberikan proteksi dalam instalasi listrik apabila terjadi beban berlebih atau hubungan singkat arus listrik (korsleting). Umumnya daya listrik yang masuk ke KWH meter tempat tinggal adalah listrik 1 phase dengan daya 1300 watt – 3500 watt. Kabel listrik yang digunakan untuk menghantarkan daya listrik dari KWH meter ke dalam bangunan Anda disebut kabel toefoer. Ukuran kabel toefoer yang dibutuhkan untuk menghantarkan listrik dengan daya 1300 watt – 3500 watt adalah sebesar 3 x 4.

Kabel toefoer tersebut akan dihubungkan ke MCB box yang berisikan beberapa MCB Fungsi MCB ini adalah membagi daya yang masuk sesuai dengan kebutuhannya. Untuk daya sebesar 3500 watt, MCB utama yang menghubungkan KWH meter dengan MCB lain, idealnya memiliki kapasitas arus sebesar 20 A. Dari MCB utama ini kemudian mulai terbagi ke beberapa MCB lain yang akan digunakan untuk lampu, saklar, dan stop kontak. Umumnya, 1 MCB digunakan untuk 10 Р12 lampu atau 8 stop kontak. Untuk stopkontak yang diperuntukan bagi alat elektronik seperti AC, water heater, pompa air, sebaiknya memiliki MCB tersendiri untuk alasan keamanan karena arus listrik yang dipakai cukup besar. Dan seandainya ada waktu perawatan maka tidak akan mengganggu peralatan listrik lainnya. Usahakan membagi daya MCB sesuai kebutuhannya dan tidak mengakibatkan kelebihan beban.

Selain MCB, dalam instalasi listrik juga perlu diketahui jenis-jenis kabel seperti NYY, NYM, dan merk kabel yang umum digunakan. Ukuran kabel yang biasa dipakai untuk lampu, saklar dan stop kontak adalah berukuran 3 x 2,5. Ukuran kabel yang tidak sesuai dapat mengakibatkan kabel cepat panas karena beban berlebih sehingga putus. Dalam jangka waktu lama dapat berakibat lebih fatal, berpotensi mengakibatkan kebakaran.

Untuk instalasi listrik kantor dan bangunan komersial lain seperti gudang, restoran, atau gedung bertingkat, biasanya menggunakan listrik 3 phase dengan metode instalasi yang berbeda. Untuk itu, Anda dapat menghubungi jasa instalasi listrik yang lebih berkompeten dalam mengerjakan instalasi listrik 3 phase tersebut.

Demikian sedikit tips kontraktor bangunan mengenai tata udara dan instalasi listrik terutama untuk ruang lingkup yang kecil. Apabila Anda memiliki masalah dalam merencanakan pengelolaan tata udara maupun instalasi listrik untuk bangunan, Anda dapat menghubungi jasa kontraktor bangunan yang telah berpengalaman mengerjaan kedua pekerjaan tersebut. Atau Anda dapat menghubungi Intinusa Persada, kontraktor bangunan yang berpengalaman dalam mengerjakan renovasi dan rancang bangun bangunan di nomor 081380809198.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *