Mengenal 2 Jenis Lampu untuk Interior Bangunan

mengenal jenis lampu dari jasa kontraktor listrik

Jasa kontraktor ME dibutuhkan untuk menangani pekerjaan kelistrikan. Pemasangan instalasi listrik dapat dilakukan di dalam bangunan (indoor) maupun di dalam ruangan (outdoor). Dalam artikel ini akan dijelaskan mengenai lampu yang menjadi bagian dari pekerjaan kelistrikan.

Dalam prakteknya, ada banyak sekali jenis lampu yang beredar di pasaran. Jenis-jenis lampu ini dapat diklasifikasikan dalam beberapa kategori. Ada yang mengelompokkan lampu tersebut berdasarkan bentuknya. Ada juga yang membedakan berdasarkan fungsi dan bentuk rumah lampunya.

Dengan perbedaan rumah lampu, umumnya fungsi lampu itu sendiri akan menjadi berbeda. Walaupun bentuk dan model lampu yang digunakan sama, hasil pencahayaannya akan berbeda. Di sinilah besarnya peranan rumah lampu terhadap pencahayaan ruangan.

Pada artikel ini akan dijelaskan mengenai 2 jenis lampu yang umum dipakai di ruangan indoor. Ada beragam model dan bentuk lampu yang bisa digunakan. Namun secara umum, lampu dapat dikategorikan menjadi 2 macam.

Baca : Merencanakan Desain Interior Toko di Mal

Artikel ini ditulis berdasarkan pengalaman dari beberapa proyek interior yang pernah dilakukan oleh Intinusa Persada. Walaupun tidak dijelaskan secara keseluruhan atau secara mendetail seluruh jenis lampu, namun pada umumnya akan ada 2 jenis lampu yang dipakai. Mari kita simak apa saja lampu yang dimaksud.

Jenis Lampu ‘Direct Lamp’

jenis lampu direct lamp pada tempat les

Direct lamp ditujukan sebagai cahaya lampu utama, dimana pencahayaannya diarahkan langsung ke ruangan. Contoh lampu yang biasa dijadikan direct lamp adalah downlight dan spotlight. Bohlam lampu yang dipakai bisa berupa lampu pijar, lampu neon, lampu halogen, dan lainnya.

Lampu yang ditujukan sebagai direct lamp memiliki sinar yang lebih terang dibanding model lampu lain. Untuk interior toko misalnya pada toko yang membutuhkan pencahayaan lebih banyak, direct lamp justru lebih banyak digunakan. Jarak antara satu lampu dengan lampu lain bisa diatur 1,5 – 2,5 m, tergantung dari kebutuhannya. Jarak demikian juga dipengaruhi oleh besar lumens dan ketinggian plafon ruangan.

Semakin tinggi plafon, maka besar lumens yang dibutuhkan juga semakin tinggi. Jarak antar lampu juga bisa menjadi lebih pendek dari seharusnya. Cara menghitung kebutuhan jumlah lampu akan coba dibahas setelah ini.

Jenis Lampu ‘Indirect Lamp’

jenis lampu indirect lamp pada downceiling

Sesuai dengan namanya, indirect lamp adalah lampu yang digunakan sebagai penerangan kedua. Umumnya, posisi indirect lamp akan tersebunyi atau memiliki pencahayaan yang relatif lebih redup dibanding direct lamp. Tujuan penggunaan indirect lamp biasanya hanya untuk pemberian aksen atau penekanan terhadap titik ruang tertentu saja.

Model lampu yang biasa dipakai untuk indirect lamp adalah LED strip, lampu neon, dan berbagai macam jenis lampu hias. Contoh indirect lamp biasanya diletakkan pada bagian atas plafon jenis downceiling. Sering kali indirect lamp juga digunakan untuk variasi estetika pada pilar bangunan. Beberapa toilet di pusat perbelanjaan kelas menengah atas juga sering ditemui jenis lampu ini.

Apabila direct lamp memiliki jarak normal 1,5 – 2,5 meter antara satu lampu dengan lainnya, maka indirect lamp tidak demikian. Karena fungsinya bukan sebagai pencahayaan utama, maka pemberian indirect lamp akan sangat tergantung dengan kebutuhan dan tujuannya. Walaupun sifatnya hanya sebagai pelengkap, namun harga indirect lamp ada yang lebih mahal dibanding direct lamp. Umumnya, harga tersebut banyak dipengaruhi oleh model rumah lampu bukan model lampu itu sendiri.

Cara Menghitung Kebutuhan Lampu pada Sebuah Ruangan

penggunaan jenis lampu downlight pada toko

Pada saat menentukan titik lampu, sering kali kita mengalami kebingungan. Hal ini dipicu oleh ketidaktahuan kita akan kebutuhan jumlah lampu dan intensitas cahaya dari lampu tersebut. Yang dikuatirkan adalah bila nantinya kondisi ruangan akan terlalu redup dari yang diperkirakan atau justru sebaliknya.

Walaupun ada berbagai macam acuan untuk menghitung kebutuhan intensitas cahaya lampu, namun pengalaman Anda akan dapat membantu menentukan perihal jumlah dan daya lampu tersebut. Kontraktor listrik atau ME, akan mengacu pada perhitungan jumlah lumen atau lux lampu, bukan daya lampu (watt). Di mana, lumen adalah besarnya intensitas cahaya yang dihasilkan dari sebuah sumber (lampu). Sementara, lux adalah besarnya intensitas cahaya yang ada pada satu ruang tertentu.

Atau dengan kata lain, lumen itu dilihat dari sumber cahaya (lampu) sementara lux dilihat dari hasil penerangan di suatu ruangan atau bidang yang terkena sinar cahaya. Besar 1 lux = 1 lumens untuk ruangan seluas 1 m2. Nah, dari ukuran ini kita mendapatkan suatu standard ukuran yang digunakan secagai acuan untuk penerangan di berbagai jenis ruangan. Namun, pada akhirnya, selera atau pengalaman pemilik bangunanlah yang menentukan kebutuhan jumlah lampu di ruang tersebut.

Baca : Cara Instalasi Listrik yang Benar

Beberapa Contoh Standard Perhitungan Lumens dan Lux di Suatu Ruangan

Seperti yang kita ketahui bahwa setiap ruang membutuhkan intensitas cahaya yang berbeda. Kebutuhan cahaya pada rumah tinggal akan berbeda dengan gedung komersial seperti mal, kantor, dan lain-lain. Berbeda lagi dengan kebutuhan cahaya di cafe dan restoran fast food. Begitu pula di perpustakaan, sekolah, dan selasar bangunan.

jenis lampu RM pada ruang tunggu kantor

Untuk itu, ada beberapa contoh acuan yang dapat digunakan untuk menentukan jumlah lampu seperti berikut ini :
1. Rumah tinggal
Untuk bagian indoor seperti ruang tamu, ruang keluarga, ruang makan, kamar tidur, dibutuhkan +/- 180 lux.
Untuk bagian outdoor seperti teras, balkon, carport, gudang, dibutuhkan +/- 60 lux.

2. Kantor
Kantor membutuhkan intensitas cahaya yang lebih tinggi dibanding rumah tinggal. Hal ini disebabkan oleh banyaknya aktivitas membaca pada ruang kantor. Oleh sebab itu, pada ruang kantor seperti ruang direktur, ruang rapat, ruang staff, dibutuhkan +/- 350 lux.

3. Sekolah
Aktivitas di sekolah bisa dikatakan mirip dengan aktivitas di kantor. Oleh sebab itu, kebutuhan lampu pada ruang kelas umumnya +/- 350 lux. Untuk bagian selasar atau outdoor bisa dilakukan seperti pada bagian outdoor rumah tinggal (+/- 60 lux).

4. Ruang khusus
Ruang khusus di sini dimaksudkan untuk ruang yang membutuhkan cahaya lebih banyak seperti ruang gambar, laboratorium, dan sejenisnya dapat diberikan +/- 700 lux.

Acuan angka tersebut berdasarkan ukuran ruangan per meter persegi dengan ketinggian plafon +/- 3 m. Bila kondisi plafon lebih tinggi, misalnya pada reception hotel dan sejenisnya, maka dapat diberikan perhitungan lux yang lebih tinggi.

Rumus perhitungannya :

Lumen lampu = lux lampu x luas ruangan

Contoh perhitungan :

Misal pada sebuah ruangan berukuran 3 m x 4 m, digunakan untuk kamar tidur. Maka kebutuhan jumlah lampunya adalah :

Lumen lampu = 180 x 3 x 4

Lumen lampu = 2160 lumen

Informasi besar lumen pada sebuah lampu dapat diketahui dari kotak kemasannya. Contohnya pada lampu LED 7 watt memberikan cahaya sebesar +/- 600 lumen. Atau pada lampu LED 10 watt memberikan cahaya sebesar +/- 1050 lumen. Artinya :

2160 lumen = 4 unit lampu berukuran 7 watt atau 2 unit lampu berukuran 10 watt.

Demikian pembahasan singkat mengenai jenis lampu dan cara menghitung kebutuhannya. Perhitungan jumlah kebutuhan lampu dapat diaplikasikan pada segala jenis ruangan. Namun Anda tetap harus ingat, penilaian cukup atau tidak jumlah lampu sangat subyektif pada tiap orang. Perhitungan yang diperlihatkan di sini hanya sebagai acuan dasar umum saja. Untuk lebih jelas, Anda dapat berkonsultasi dengan kontraktor ME yang telah berpengalaman dalam mengerjakan instalasi lampu.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *