Jasa Kontraktor Bangunan : 5 Tips Mengenal Material Partisi

5 Cara Mengenal Material Partisi dari Jasa Kontraktor Bangunan

jasa kontraktor bangunan

 Jasa kontraktor bangunan – 5 tips kali ini akan dijelaskan secara singkat beberapa jenis material yang umum digunakan sebagai material partisi dan plafon. Penggunaannya bisa pada rumah maupun kantor dan sebaiknya dilakukan oleh jasa kontraktor bangunan untuk mendapatkan hasil yang rapi.

Sekat antar ruang kantor atau yang biasa disebut partisi kantor, digunakan untuk memberikan batasan antara ruang yang satu dengan yang lain. Sekat ruangan atau partisi kantor ini akan Anda jumpai di semua bangunan perkantoran, baik ruko atau gedung bertingkat.

Yang mungkin tidak Anda sadari adalah variasi material partisi ini ternyata ada beberapa macam.

Beberapa contoh material partisi kantor yang umum digunakan oleh jasa kontraktor bangunan.

1. Batu bata

Dinding bata, baik bata merah, bata ringan (hebel), atau batako adalah material partisi yang umum digunakan untuk rumah tinggal namun tidak di perkantoran. Walaupun demikian, pihak kontraktor bangunan masih menggunakan batu bata sebagai material utama partisi untuk toilet dan lift.

Material tersebut memiliki kelebihan lebih kedap suara, tahan air, kuat dan tahan lama. Namun kekurangannya adalah bobotnya yang lebih berat. Sehingga apabila digunakan untuk material partisi di gedung perkantoran, secara keseluruhan bangunan akan membutuhkan pembuatan struktur yang lebih kokoh dan akan berakibat terhadap tingginya biaya pembangunan.

2. Gypsum

Gypsum banyak digunakan sebagai material partisi kantor oleh kontraktor bangunan karena bobotnya yang ringan, pemasangan yang cukup mudah, harganya juga cukup ekonomis. Material ini juga umum digunakan sebagai penutup plafon atau langit-langit ruangan.

Karakter gypsum juga dapat menahan api cukup lama (mulai dari 1 jam, tergantung jenis gypsum yang digunakan) dan elastis sehingga memudahkan aplikator dalam menggunakannya. Namun, Kekurangan gypsum adalah tidak tahan terhadap air. Oleh karena itu, gypsum lebih cocok untuk digunakan pada interior ruangan dan tempat kering. Hindari pemakaian gypsum pada area basah.

3. GRC

GRC memiliki karakter seperti gypsum, cukup elastis dan bobotnya lebih ringan bila dibandingkan dengan batu bata. GRC juga memiliki kelebihan tahan api dan tahan air karena berbahan dasar semen yang dicampur serat fiber.

Kekurangan GRC adalah harganya yang lebih mahal bila dibandingkan gypsum. Karena itu, GRC tidak umum digunakan sebagai material partisi kantor terutama area indoor. Sehingga banyak orang menggunakan GRC hanya untuk area lembab atau outdoor. kontraktor jarang menggunakan material jenis ini.

4. Kaca

Partisi kantor yang berbahan utama kaca dapat dikombinasikan dengan rangka aluminium, rangka kayu, gypsum, atau bahkan berdiri sendiri. Dalam membuat partisi kantor berbahan dasar kaca, harus diperhatikan jenis kaca, ukuran kaca dan ketebalan kaca itu sendiri.

Untuk partisi kaca tanpa rangka dengan ukuran besar, sebaiknya menggunakan tempered glass. Umumnya tempered glass untuk partisi utama bangunan dan pintu masuk utama bangunan berukuran tebal 12 mm. Sedangkan untuk interior bangunan, masih bisa berkisar dari 8 mm – 12 mm.

Sementara itu untuk partisi kaca menggunakan rangka aluminium bisa menggunakan kaca biasa dengan ketebalan 5 mm – 6 mm. Material kaca akan memberikan kesan lebih mewah dan memperluas ruangan. Namun demikian, biaya pemasangan partisi kaca akan lebih mahal dibanding gypsum.

5. Kayu

Kayu dapat digunakan sebagai salah satu alternatif material partisi kantor. Umumnya, partisi kayu akan mendapat perlakuan finishing lagi agar tampak lebih indah. Jenis finishing yang digunakan dapat berupa pemasangan HPL, politure, pengecatan, dan lainnya.

Untuk kayu yang dikategorikan kayu solid keras seperti jati, merbau, dan lainnya, biasanya cukup dihaluskan dan diberi politure karena kayu jenis ini memiliki tekstur yang mewah dan mahal. Beda halnya apabila kayu yang digunakan “hanya” sekelas tripleks. Biaya menggunakan kayu sebagai material partisi sangat bervariatif tergantung dari jenis kayu yang dipilih.

Demikian beberapa material yang umum digunakan oleh jasa kontraktor dan memiliki ketahanan yang cukup baik sebagai partisi kantor.

Untuk pemasangan partisi, Anda dapat menghubungi kontraktor bangunan terdekat.

Sementara itu, plafon adalah bagian dari bangunan yang membatasi area dalam ruangan dengan atap. Plafon atau langit-langit (ceiling), merupakan elemen bangunan yang penting tidak hanya secara estetika, namun juga terhadap fungsinya.

Manfaat menggunakan plafon pada bangunan antara lain dapat mengurangi suhu panas yang datang dari atap sehingga diharapkan di dalam ruangan akan terasa lebih sejuk dan memiliki sirkulasi udara yang lebih baik.

Selain itu, dari fungsinya, plafon juga sebagai tempat meletakkan rumah lampu ataupun peralatan listrik lain seperti grill AC, kipas angin, dan masih banyak lagi. Plafon juga melindungi ruangan dari debu, air, kotoran atau bahkan hewan yang masuk dari celah atap.

Plafon dapat membantu meredam suara dari dalam atau luar ruangan. Dari segi estetika, plafon dapat menutupi tampilan bawah atap yang kurang indah dan membuat ruangan tampak lebih rapi dan bersih.

Saat ini banyak pilihan material yang dapat digunakan untuk plafon. Mulai dari yang berbahan dasar kayu, asbes, gypsum, GRC, hingga PVC. Masing-masing dari material tersebut memiliki kelebihan dan kekurangannya.

Yang paling umum digunakan oleh kontraktor bangunan saat ini adalah material dari gypsum karena sifatnya yang ringan, lentur, kokoh, tahan api. Material jenis ini cocok digunakan pada ruangan dalam.

Sedangkan untuk bagian luar sebaiknya digunakan material GRC yang lebih tahan air, karena material gypsum relatif rentan terhadap air. Dalam kondisi tertentu, bekas air yang ada tidak dapat dihilangkan dan harus diganti dengan material gypsum baru.

Harga gypsum akan lebih murah dibanding GRC. Di sisi lain, GRC lebih berat karena berbahan dasar campuran semen. Sehingga apabila mau diaplikasikan sebagai material plafon, sebaiknya digunakan rangka yang lebih tebal dan kuat dibanding rangka gypsum.

Asbes kurang baik bagi kesehatan, sehingga tidak disarankan untuk digunakan sebagai material bangunan lagi. Material kayu seperti tripleks, bambu, atau lainnya, lebih banyak ditemukan pada bangunan-bangunan tua. Dan PVC belum banyak digunakan sebagai alternatif material plafon.

Jasa kontraktor yang berpengalaman dapat mengerjakan bentuk plafon yang sangat beragam. Beberapa yang sering digunakan adalah bentuk flat, upceiling, dan downceiling.

Bentuk flat adalah yang paling umum digunakan terutama untuk bangunan rumah dan berkonsep minimalis. Bentuknya yang rata juga berhubungan langsung terhadap biayanya yang lebih ekonomis.

Upceiling dan downceiling lebih banyak digunakan pada rumah mewah atau bangunan komersial seperti cafe, hotel, dan lainnya. Umumnya bangunan tersebut berkonsep modern atau classic.

Konsultasikan kebutuhan plafon Anda bersama kami di 0813 8080 9198.

Kami, Intinusa Persada, adalah jasa kontraktor bangunan yang melayani pembuatan gambar desain arsitektur hingga pelaksanaan renovasi dan pembangunan. Segera hubungi kami untuk konsultasi dan survei gratis di area jabodetabek.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *