mengetahui jenis-jenis material untuk plafon

Plafon adalah bagian dari bangunan yang membatasi area dalam ruangan dengan atap. Plafon atau langit-langit (ceiling) merupakan bagian dari interior rumah yang sering diabaikan namun memiliki dampak besar pada penampilan, kenyamanan, dan efisiensi ruangan.

Terletak di bagian atas ruangan, plafon memberikan lapisan pelindung yang penting serta menambah nilai estetika rumah. Artikel ini akan menjelaskan apa itu plafon, material apa saja yang dipakai, cara pemasangannya, serta manfaatnya yang tidak boleh diabaikan.

Apa itu Plafon?

Plafon adalah bagian dari struktur interior sebuah bangunan yang terletak di atas kepala, menutupi rangka atap dan lantai di atasnya. Fungsi utamanya adalah memberikan tampilan bersih dan teratur pada ruangan serta menyembunyikan struktur atap, pipa, kabel, dan sistem mekanis lainnya.

Manfaat menggunakan plafon pada bangunan antara lain dapat mengurangi suhu panas yang datang dari atap sehingga diharapkan di dalam ruangan akan terasa lebih sejuk dan memiliki sirkulasi udara yang lebih baik.

Selain itu, dari fungsinya, plafon juga sebagai tempat meletakkan rumah lampu ataupun peralatan listrik lain seperti grill AC, exhaust, dan masih banyak lagi. Plafon juga melindungi ruangan dari debu, air, kotoran atau bahkan hewan yang masuk dari celah atap.

Plafon dapat membantu meredam suara dari dalam atau luar ruangan. Dari segi estetika, plafon dapat menutupi tampilan bawah atap yang kurang indah dan membuat ruangan tampak lebih rapi dan bersih.

Jenis Material yang Dipakai

Saat ini banyak pilihan material yang dapat digunakan untuk ceiling. Mulai dari yang berbahan dasar kayu, asbes, gypsum, GRC, hingga PVC. Masing-masing dari material tersebut memiliki kelebihan dan kekurangannya. Berikut beberapa contoh jenis material yang biasa dipakai oleh layanan kontraktor bangun dan renovasi rumah.

Gypsum

Gypsum adalah material yang paling umum digunakan untuk plafon. Mudah dipasang, relatif terjangkau, dan dapat diubah bentuknya sesuai keinginan. sifatnya yang ringan, lentur, kokoh, tahan api. Material jenis ini cocok digunakan pada ruangan interior maupun eksterior. Harganya yang ekonomis membuat gypsum menjadi material utama yang sering digunakan.

Walaupun demikian, material gypsum relatif rentan terhadap air. Dalam kondisi tertentu, bekas air yang ada tidak dapat dihilangkan dan harus diganti dengan material gypsum baru. Jadi, ketika Anda melihat ada bercak air atau jamur pada gypsum, kemungkinan besar telah terjadi kebocoran di atas langit-langit bangunan Anda.

Material gypsum juga sering kali digunakan pada partisi. Baca artikel selengkapnya: Mengenal Jenis Partisi dan Biaya Pemasangan.

GRC

GRC merupakan material yang lebih tahan air, karena terbuat dari material campuran fiber dan semen. Harga GRC lebih mahal dibanding gypsum. Di sisi lain, bobot GRC lebih berat karena berbahan dasar campuran semen. Sehingga apabila mau diaplikasikan sebagai material plafon, sebaiknya digunakan rangka yang lebih tebal dan kuat dibanding rangka gypsum. Material ini lebih cocok digunakan pada bangunan komersial dan outdoor.

Kayu

Plafon kayu memberikan sentuhan alami dan kehangatan pada ruangan. Harga material yang lebih tinggi dibanding gypsum, maka biaya total pemasangannya cenderung lebih tinggi.

Penggunaan kayu saat ini banyak ditujukan pada estetika bangunan dan diaplikasikan pada bangunan komersial seperti mall, cafe, dan sejenisnya.

Metal

Material seperti aluminium atau baja sering digunakan untuk ceiling di ruangan komersial atau industri karena kekuatan dan daya tahan terhadap kelembaban. Material tersebut juga dapat ditemukan pada dapur restoran hotel, ruang outdoor, dan lainnya.

Penggunaan metal tidak umum dilakukan karena biayanya yang cukup tinggi dan tidak variatif dari segi bentuk/ modelnya. Selain itu, karena termasuk jenis material besi, maka material ini tidak dapat menahan panas. Oleh sebab itu, metal jarang digunakan pada sektor hunian ataupun interior kantor.

PVC

Plafon PVC merupakan alternatif yang tahan air dan mudah dipasang. Cocok untuk ruangan dengan kelembaban tinggi seperti kamar mandi. Namun, pemasangan PVC membutuhkan keahlian khusus. Bila terjadi kerusakan pada PVC, maka Anda harus menggantinya per lembar. Material ini tidak bisa Anda perbaiki setelah rusak, tidak seperti gypsum.

Dari segi biaya, pemasangan PVC akan lebih mahal dibandingkan gypsum. Selain itu, dalam jangka waktu tertentu, warna PVC akan dapat berubah.

Cara Pemasangan

Cara pemasangan plafon akustik di kantor

Terlepas dari beragam jenis material dan model yang bisa diaplikasikan oleh kontraktor renovasi profesional, ada beberapa langkah yang perlu Anda lakukan dalam mengerjakan ceiling.

Persiapan

Bersihkan permukaan dan pastikan struktur atap dalam kondisi baik. Struktur atap berkaitan dengan struktur plafon karena akan digunakan sebagai dudukan rangka. Oleh sebab itu, bila struktur atap tidak cukup kuat, maka material penutupnya bisa mengalami penurunan, melengkung (tidak rata), hingga jatuh atau patah. 

Pemasangan Rangka

Buat rangka dengan menggunakan bahan seperti baja ringan atau kayu atau besi hollow. Semakin tebal rangka akan menghasilkan kekuatan dan kualitas hasil pekerjaan yang lebih bagus. Penggunaan jenis rangka dan ketebalannya tergantung dari material penutup yang diinginkan.

Pemasangan Material Penutup

Tempelkan material penutup plafon ke rangka menggunakan perekat atau sekrup, sesuai dengan petunjuk pemasangan yang disediakan oleh produsen.

Finishing

Setelah pemasangan selesai, lakukan finishing seperti pengecatan atau penambahan aksesori sesuai kebutuhan.