Tahap merencanakan renovasi eksterior rumah yang benar

Sering kali sewaktu membeli rumah kita perlu melakukan renovasi terlebih dulu. Tidak hanya terbatas pada interior rumah, namun juga renovasi eksterior rumah. Ada beberapa ‘ruang’ yang sebaiknya Anda perhatikan, antara lain pada bagian carport, taman depan, dan taman belakang.

Carport

Carport merupakan bagian dari rumah yang berfungsi sebagai tempat parkir kendaraan dan biasanya terletak di depan rumah, menyambung dengan garasi atau taman. Dalam merencanakan perbaikan atau pembuatan carport, Anda harus memperhatikan faktor kekuatan struktur dan faktor estetikanya.

Umumnya, carport terletak di bagian depan bangunan dan menjadi jalan masuk ke dalam rumah terutama untuk bangunan dengan luas lahan yang terbatas. Oleh karena itu, gunakan material finishing yang cocok dengan estetika rumah Anda secara keseluruhan.

Anda dapat menggunakan keramik, batu alam, atau bahkan hanya acian kasar untuk lantai carport. Pemilihan material ini sangat bergantung pada konsep yang ingin Anda tonjolkan. Sebagai pelengkap, jangan lupa untuk membuat jalur tali air agar tidak ada genangan air sewaktu hujan atau sewaktu mencuci kendaraan. Lengkapi juga dengan kran air untuk membantu Anda membersihkan kendaraan dan menyirami taman.

Salah satu kunci keberhasilan renovasi eksterior rumah biasanya terletak pada faktor struktur lantai carport. Tanpa adanya tulangan besi pada carport, dalam jangka waktu tertentu lantai carport akan mulai pecah dan mengalami penurunan. Berkaitan dengan faktor struktur tersebut, Anda harus mempertimbangkan beberapa hal dalam memutuskan seberapa kokoh struktur carport Anda.

Yang pertama harus Anda lihat adalah beban yang akan ditanggung oleh lantai carport. Akan menjadi berbeda kekuatan struktur yang dibutuhkan, apabila Anda menggunakan atap carport. Hal ini disebabkan oleh adanya tambahan beban yang harus ditanggun oleh lantai. Sebaiknya, Anda pertimbangkan material apa yang akan digunakan untuk atap carport karena masing-masing material memiliki berat atau bobot yang berbeda sehingga akan mempengaruhi perhitungan kekuatan struktur lantai.

Menambahkan Tulangan Besi Akan Memperkuat Lantai Carport Rumah Anda

Sebaiknya dalam membuat struktur plat lantai carport sewaktu renovasi eksterior rumah, Anda menggunakan besi sebagai tulangan lantai. Besi diameter 8 mm – 10 mm sudah cukup dalam menahan beban di atas lantai carport.

Setelah memastikan bahwa tanah yang ada cukup padat, Anda dapat memulai pembuatan struktur carport dan melakukan pengecoran. Tulangan besi tersebut menjadi vital agar tidak terjadi retak pada lantai carport di saat ada pergerakan tanah.

Selain itu, Anda harus memperhatikan kualitas beton yang digunakan. Umumnya beton dengan kualitas K250 sudah cukup untuk lantai carport, dengan catatan waktu penggunaan carport baru bisa maksimal setelah waktu pengeringan beton terlaksana sesuai ketentuan, yaitu sekitar 28 hari.

Semakin tinggi kualitas beton, Anda akan mendapatkan kualitas hasil pengecoran yang semakin baik. Beberapa pemilik bangunan atau kontraktor juga ada yang menambahkan aditif penguat beton agar kualitas beton meningkat dan waktu pengeringan lebih cepat.

Bagi Anda yang ingin membuat atap carport, sebaiknya membuat tiang kolom atau pedestal sebagai dudukan tiang atap carport tersebut. Gunakan tulangan besi yang cukup agar kolom atau pedestal dapat menahan bobot atap carport.

Untuk tiang kolom penutup atap carport itu sendiri dapat digunakan berbagai macam material, mulai dari cor beton, besi hollow, besi baja, kayu, baja ringan, dan lainnya dengan berbagai kelebihan dan kekurangan masing-masing. Pastikan tiang tersebut diikat pada struktur lantai sehingga menjadi satu kesatuan yang saling menguatkan.

Tips Pemasangan Batu Alam untuk Carport

Sebelum membaca tips memasang batu alam ini, pastikan Anda menggunakan jasa kontraktor yang berpengalaman untuk pemasangannya agar terlihat rapi. Hindari menggunakan jasa tukang yang belum pernah memasang batu alam karena berpotensi mendapatkan hasil yang tidak bagus.

Batu alam sering digunakan sebagai material finishing pada bagian luar bangunan (exterior) dibanding bagian dalam (interior). Selain dapat mempercantik tampilan bangunan dari luar, kualitas material batu alam bisa terbilang cukup bagus bila dirawat dengan benar. Namun sebaliknya, apabila pemasangan tidak dilakukan oleh jasa kontraktor berpengalaman, maka hasil pasangan tidak rapi dan secara estetika justru dapat mengganggu.

Seperti yang kita ketahui bahwa banyak jenis batu alam yang ada di pasaran, mulai dari yang berbentuk seperti batu bata merah, marmer, granit, dan masih banyak lagi. Penggunaan batu alam biasanya difokuskan pada bidang dinding tertentu untuk memberikan aksen. Hal ini dilakukan karena biayanya yang relatif mahal, bukan hanya dari segi materialnya saja, tapi juga termasuk biaya pemasangan.

Selain modelnya yang sangat beragam, warna dan ukuran batu alam juga bermacam-macam. Oleh sebab itu, biaya pemasangan dan harga material masing-masing batu alam bisa berbeda-beda tergantung dari model dan tingkat kesulitan pemasangannya. Biasanya, semakin kecil ukuran batu maka pemasangannya akan memakan waktu lebih lama karena lebih sulit. Namun tidak menutup kemungkinan harga material batu tersebut lebih murah.

Jasa kontraktor yang sudah pernah melakukan pemasangan batu alam pasti sudah mengetahui tahapan-tahapan pengerjaan pemasangannya. Tidak semua tukang bangunan atau tukang taman bisa melakukan pemasangan batu jenis ini.

4 Hal yang Harus Diperhatikan Sewaktu Memasang Batu Alam

Perhatikan bidang dinding atau lantai

Sebelum memulai pemasangan, sebaiknya pemilik rumah dan kontraktor sudah memikirkan konsep pemasangan terlebih dulu sewaktu merencanakan renovasi eksterior rumah. Konsep pemasangan ini meliputi pemilihan jenis batu, perpaduan warna, pola penyusunan, dan lain-lain.

Bila sudah ada desain atau konsep pemasangan, maka Anda bisa mulai mempersiapkan bidang dinding atau lantai yang akan dipasangi batu tersebut. Umumnya bidang dinding atau lantai yang sudah diaci, harus dilakukan sedikit pembobokan agar material perekat seperti semen dapat menempel sempurna.

Sementara apabila bidang dinding atau lantai belum diplester dan diaci, maka pemasangan bisa langsung dilakukan. Pastikan bidang dinding atau lantai bersih sebelum pemasangan dimulai. Hindari menempel batu alam secara langsung pada bidang dinding yang belum siap agar batu yang sudah tertempel tidak mudah terlepas atau dapat bertahan lama. Apabila bidang dinding sudah dicat, maka sebaiknya juga dibersihkan dulu dari cat yang ada.

Persiapkan peralatan dan material untuk pemasangan

Setelah bidang dinding siap, saatnya jasa kontraktor mempersiapkan segala peralatan dan material untuk pemasangan. Peralatan yang harus kamu siapkan antara lain benang bangunan, selang, paku beton, semen, gerinda potong, ember, dan sejenisnya.

Rendam batu terlebih dulu dalam air untuk menjaga kelembaban. Kondisi adukan semen yang terlalu cepat mengering pada waktu pemasangan, tidak memiliki kualitas baik, berpotensi retak atau pecah sehingga batu bisa terlepas.

Pastikan pengukuran yang tepat

Setelah peralatan disiapkan, kontraktor bisa mulai melakukan pengukuran agar ketinggian batu rata. Gunakan benang sebagai acuan ukuran ketinggian batu. Perhatikan ukuran adukan semen agar kualitas adukan terjaga, apabila memungkinkan gunakan semen berkualitas bagus atau semen instan.

Pilihlah batu dengan ukuran sesuai dan dalam kondisi baik karena biasanya dalam stok batu alam tidak semuanya berkondisi sempurna. Terkadang ukuran dan motifnya sedikit berbeda dari yang lain sehingga akan terlihat tidak rapi sewaktu sudah terpasang.

Lakukan finishing dan perawatan rutin

Pekerjaan finishing yang dilakukan pada saat pemasangan batu alam memiliki manfaat agar daya tahan batu lebih maksimal, tidak mudah pudar karena cuaca. Selain itu, proses finishing ini juga ditujukan untuk melindungi batu dari bahan kimia pembersih. Pada waktu melakukan perawatan, gunakan cairan pembersih khusus untuk batu alam. Jangan menggunakan cairan deterjen secara acak karena dapat merusak warna batu.

Jenis Batu Alam yang Populer Dipakai pada Eksterior Rumah

Ada beberapa macam batu alam yang biasa digunakan untuk pekerjaan finishing pada renovasi eksterior rumah, antara lain :

1. Batu granit dan marmer

Batu granit dan marmer sudah umum digunakan terutama sebagai material finishing lantai. Ketahanannya yang baik, motif yang elegan, dan harga yang masih terjangkau membuat material jenis ini menjadi salah satu pilihan jasa kontraktor. Pemasangannya pun cukup mudah sehingga kerapihan pemasangan bisa terjaga. Perawatannya tidak rumit, dapat digosok menggunakan cairan pembersih dan alat poles. Biasa digunakan di bangunan komersial maupun hunian.

2. Batu andesit

Batu jenis ini biasa digunakan oleh jasa kontraktor pada bagian luar bangunan. Umumnya batu andesit berwarna abu-abu. Material ini memiliki pori-pori yang padat dan permukaan yang agak kasar, sehingga sangat cocok untuk ditempatkan pada area basah maupun kering. Batu andesit juga tersedia dalam beberapa ukuran dan bisa dipasang dalam pola yang bervariatif.

3. Batu sabak atau batu kali

Batu sabak atau batu kali mudah ditemukan di tukang batu alam. Harganya terjangkau dan biasa juga digunakan pada struktur pondasi bangunan karena karakternya yang kuat. Batu ini juga biasa digunakan pada area basah dan menjadi material utama pada pembuatan dinding sungai, kolam, dan lainnya.

4. Batu palimanan

Batu palimanan banyak diproduksi di daerah Cirebon dengan model yang bervariasi. Umumnya batu palimanan berwarna terang.

Taman

Memiliki taman yang rapi dan indah menjadi impian semua pemilik rumah. Namun demikian, untuk mewujudkan taman impian di rumah tidak semudah yang dibayangkan. Banyak keluhan yang terjadi dalam menentukan desain taman seperti lahan yang sempit, perawatan yang tidak teratur, dan lain-lain. Apalagi dengan terbatasnya lahan setelah terpotong carport. Padahal taman yang indah akan mempercantik tampilan eksterior rumah Anda secara keseluruhan.

Konsep Taman Harus Menyatu dengan Desain Rumah

Merencanakan konsep perbaikan rumah adalah hal pertama yang harus Anda perhatikan. Rumah minimalis akan sejalan dengan konsep taman yang minimalis. Hindari penggunaan konsep yang tidak sejalan antara rumah dan taman karena akan memperburuk tampilan rumah secara keseluruhan. Sebaliknya, konsep yang sejalan akan meningkatkan nilai rumah Anda. Dalam hal ini, banyak sekali konsep yang dapat diterapkan pada taman rumah seperti : minimalis, tropis, tradisional, healing garden, klasik, modern, japanese, dan lain-lain.

Merencanakan Denah yang Sesuai Proporsinya

Setelah mendapatkan konsep yang diinginkan, saatnya memulai membuat denah taman di rumah. Tentukan area basah, area kering, pembatas, lokasi tanaman, lokasi bebatuan, kolam (bila ada). Dalam membuat denah, pastikan Anda memberikan jarak yang cukup antara tanaman yang satu dengan yang lain. Jarak yang terlalu dekat akan mengakibatkan tanaman kekurangan nutrisi dan berpotensi mati.

Pemilihan tanaman sesuai konsep desain rumah

Setelah denah ditentukan, saatnya Anda memilih tanaman yang sesuai dengan konsep taman rumah. Untuk lahan taman yang tidak cukup besar, hindari penggunaan tanaman yang dapat tumbuh besar seperti tanaman buah dan tanaman peneduh. Kenali karakter dari tanaman yang dipilih. Apabila Anda tipe orang yang kurang hobi merawat taman, pilihlah tanaman yang lebih tahan terhadap cuaca dan tidak mudah layu.

Taman tidak hanya selalu membicarakan tanaman, namun ada banyak elemen lain yang dapat digunakan seperti berbagai macam batu-batuan. Jenis bebatuan yang dikombinasikan dengan tanaman akan menimbulkan variasi warna yang cantik.

Pengairan dan Pencahayaan

Sistem pengairan dan pencahayaan yang cukup, akan menjaga taman tetap terlihat fresh. Sistem pengairan (drainase) akan menghindari Anda dari tugas rutin menyirami tanaman. Selain itu, tanaman juga akan lebih terawat karena kondisi tanah yang tidak terlalu basah atau kering. Selain itu, cahaya matahari yang cukup sangat dibutuhkan bagi berbagai jenis tanaman, terutama tanaman bunga.

Apapun jenis taman yang ingin Anda tampilkan, pastikan Anda sudah memperhatikan beberapa hal tersebut agar taman tetap menyatu dengan desain rumah dan memudahkan pekerjaan Anda dalam perawatannya. Anda juga dapat mempertimbangkan meletakan tanaman di dalam rumah dengan pot ataupun membuat vertical garden bila lahan rumah lebih terbatas.

Vertical Garden

Vertical Garden di Taman Belakang Rumah

Saat ini, desain rumah minimalis dibuat dengan rata-rata luas lahan sebesar 90 m2 sampai dengan 150 m2, untuk rumah kelas menengah. Umumnya rumah dengan luas lahan seperti ini terdiri dari 2 lantai dengan luas bangunan 100 m2 sampai dengan 200 m2. Tidak sedikit yang begitu membeli rumah dari developer lalu melakukan renovasi rumah untuk menambah beberapa kebutuhan ruangan lain seperti gudang, kamar pembantu, kamar mandi, atau yang lainnya.

Oleh karenanya, beberapa rumah dengan kondisi lahan yang terbatas, tidak memiliki halaman belakang yang cukup untuk dijadikan taman. Padahal, setiap rumah membutuhkan ruang terbuka yang hijau untuk mempercantik ruangan dan menambah supply udara ke dalam rumah. Bukan itu saja, ruang terbuka dapat menambah cahaya matahari untuk masuk ke dalam rumah sehingga lebih menyehatkan.

Dengan luas lahan yang semakin terbatas tentu saja akan menjadi tantangan tersendiri dalam membuat desain renovasi eksterior rumah. Salah satu ide yang bisa kamu terapkan di rumah kamu adalah membuat taman vertikal atau vertical garden. Dalam artikel kali ini akan dijelaskan sedikit mengenai taman vertikal tersebut, sementara untuk teknis pembuatan taman vertikal bisa kamu temukan pada artikel lainnya.

Taman vertikal pada prinsipnya adalah tanaman yang disusun sedemikian rupa secara vertikal sehingga memberikan nuansa hijau pada suatu ruang tertentu. Taman vertikal dapat digunakan pada indoor maupun outdoor, biasanya digunakan pada ruangan dengan luas lahan yang sempit, sehingga memanfaatkan ketinggian dari media dinding suatu ruangan tersebut. Media yang digunakan bisa berupa dinding beton, batu alam, kayu, besi, baja ringan, pipa, dan lainnya.

Pada pengaplikasiannya, taman vertikal sudah banyak digunakan pada sektor residensial dan komersial, baik indoor maupun outdoor. Untuk material yang digunakan tidak harus berupa tanaman asli, banyak juga desain taman vertikal yang menggunakan tanaman imitasi. Dan tidak menutup kemungkinan jika taman vertikal ini dikombinasikan dengan taman horisontal ataupun kolam, yang berupa pengembangan dari ide taman vertikal itu sendiri.

Untuk diterapkan pada desain renovasi eksterior rumah, akan lebih menarik apabila taman vertikal dibuat pada dinding taman belakang dengan ketinggian sampai kurang lebih sedikit di atas plafon (+/- 4 m). Sehingga taman vertikal akan terlihat manis dari dalam rumah. Kamu bisa membuat kombinasi dengan air terjun atau bebatuan alam yang diletakkan di bawahnya. Untuk merencanakan taman vertikal pada desain rumah, pastikan kamu sudah mengetahui segala kebutuhannya agar kebutuhan perawatannya sudah disiapkan dari awal. Karena bentuknya yang vertikal, perawatan taman vertikal akan lebih menyulitkan dibanding taman biasa.

Pada prinsipnya, langkah-langkah pembuatan vertical garden sewaktu renovasi eksterior rumah sedikit banyak akan menyerupai seperti pembuatan taman horisontal umumnya. Yang harus diperhatikan adalah mulai dari konsep, pemilihan tanaman, perawatan, pengairan, dan sebagainya.