5 Model Kanopi yang Cantik

Contoh kanopi pada rumah tinggal

Kanopi (canopy) adalah penutup atap yang dapat terbuat dari berbagai macam material dengan tujuan memberikan keteduhan. Umumnya, kanopi digunakan pada area outdoor dan bertujuan untuk mengurangi intensitas cahaya matahari atau air hujan yang masuk ke dalam area tertentu. Area yang biasa dipasangi kanopi adalah carport, teras, balkon, dan sejenisnya.

Konstruksi canopy dapat terbuat dari berbagai macam jenis material. Mulai dari kayu, besi, baja ringan, batu bata, hingga beton. Yang menentukan jenis material konstruksi canopy antara lain biaya konstruksi, daya tahan, dan nilai estetika terhadap bangunan.

Biaya Pembuatan Kanopi

Untuk jenis kanopi dengan material baja ringan dan penutup atap dari polycarbonat bisa dijual dengan harga mulai dari Rp 400 rban per meter persegi. Itupun tergantung dari ketebalan baja ringan atau polycarbonat, volume pekerjaan, dan tingkat kesulitannya. Semakin tebal material yang digunakan tentu saja akan mempengaruhi kualitas konstruksi dan daya tahan canopy. Sebaliknya, semakin tipis material yang dipakai, kualitas konstruksi dan daya tahan canopy akan semakin menurun.

Untuk penutup atap kanopi sendiri bisa terbuat dari beragam material. Bahkan beberapa hunian ada yang mencoba untuk membuat kombinasi dari beberapa jenis material yang ada. Contoh material yang bisa digunakan adalah polycarbonat, kaca, kayu, kain, spandeks, dan lain-lain.

contoh kanopi carport rumah

Baca : Merencanakan Carport Rumah

Dari masing-masing material tersebut ada kelebihan dan kekurangannya. Polycarbonat, spandeks, dan material sejenis biasanya dapat bertahan selama 2 – 3 tahun tanpa masalah. Kerusakan yang biasanya terjadi pertama kali adalah pada baut dan sambungan antara atap canopy dengan beton bangunan. Karena baut dan sambungan sudah longgar maka perlu dilakukan pengencangan atau pemberian sealant baru.

Begitu juga kaca yang semakin lama bisa timbul jamur dan terlihat buram. Kayu juga dapat berubah warna akibat terkena sinar matahari dan hujan. Dalam hal ini semua jenis material yang digunakan tentu saja memiliki usia pakai yang beragam dan membutuhkan perawatan rutin, rata-rata setiap 1,5 – 2 tahun sekali.

Kualitas vs Harga Kanopi

Setiap jasa kontraktor bangunan yang melayani pembuatan kanopi akan memiliki harga berbeda. Hal ini dapat disebabkan oleh banyak faktor. Namun, yang harus Anda perhatikan adalah detail rincian spesifikasi material yang dipakai.

Spesifikasi material tersebut dapat mempengaruhi kualitas dan daya tahan canopy. Semakin bagus kualitasnya, usia pakai canopy akan lebih panjang. Dalam rincian spesifikasi material, pastikan Anda mengetahui jenis material yang digunakan dengan ukurannya. Semakin besar atau tebal material tersebut, harganya akan semakin mahal tapi memiliki kualitas yang lebih baik. Begitu pun perhatikan jenis finishing yang diberikan.

Salah satu contoh jenis finishing yang biasa dilakukan adalah penggunaan cat. Cat yang digunakan bisa dari jenis cat dinding atau cat kayu dan cat besi, tergantung dari material konstruksi yang dipakai. Untuk konstruksi kanopi yang terbuat dari beton, sering kali penghuni rumah akan memasang batu alam sebagai material finishing.

contoh kanopi untuk carport rumah

Baca : Tips Membuat Pagar Kayu

Seperti telah dijelaskan bahwa material yang digunakan akan sangat beragam. Dari semua jenis material yang dipakai, tentu saja canopy beton akan memiliki daya tahan yang paling baik. Namun dalam pembuatannya dibutuhkan biaya yang jauh lebih mahal dibanding menggunakan besi hollow atau baja ringan.

Di sisi lain, besi hollow dan baja ringan memiliki ketahanan +/- 2 tahun sebelum membutuhkan perawatan rutin pada baut dan sambungan lain. Sedangkan material beton bisa dikatakan dapat bertahan lebih dari 5 tahun tanpa membutuhkan perawatan, kecuali terjadi retakan pada bagian atas canopy yang memungkinkan air masuk.

5 Model Kanopi yang Dapat Diimplimentasikan pada Rumah Anda

Berikut ada beberapa contoh canopy yang dapat langsung diimplementasikan pada rumah Anda :

canopy dengan atap dari genteng

Canopy yang pertama adalah menggunakan rangka konstruksi dari kayu dengan penutup atap dari genteng keramik. Ini salah satu jenis canopy untuk carport yang umum digunakan beberapa dekade lalu.

canopy dengan spandeks

Yang kedua adalah jenis canopy dengan rangka dari besi hollow dengan penutup atap dari sspandeks. Rangka hollow dapat diganti dengan baja ringan dan difinishing dengan cat besi. Untuk penutup atap ada berbagai macam jenis spandeks yang dapat digunakan dengan variasi warna yang beragam.

canopy dengan atap kaca

Yang ketiga adalah contoh canopy dengan menggunakan penutup atap berbahan dasar kaca. Material rangka dapat dibuat dari kayu atau pun material lainnya seperti besi atau baja ringan. Kaca yang dipasang sebaiknya jenis kaca tempered atau kaca laminated agar lebih kuat dan tidak membahayakan.

canopy yang terbuat dari beton

Yang keempat adalah canopy dari beton. Untuk membuat canopy dari beton akan memakan waktu yang cukup lama dan biaya cukup besar. Apalagi bila Anda ingin melakukan finishing dari batu alam. Ketahanan dari canopy jenis ini jangan ditanyakan lagi, kualitasnya dapat bertahan hingga puluhan tahun.

Yang terakhir adalah jenis canopy dekoratif. Canopy jenis ini lebih mengutamakan segi estetika dibanding fungsinya. Biasanya digunakan untuk menambah nilai estetika bangunan dan meningkatkan ambiance dari sebuah tempat. Canopy seperti ini bukan untuk menahan hujan seperti beberapa contoh canopy sebelumnya.

 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *