Mengenal Material Lantai sewaktu Bangun Rumah

mengenal material lantai untuk bangun rumah

Dalam mengerjakan bangun rumah, tahap akhir pekerjaan adalah tahap finishing. Untuk lantai, umumnya digunakan material jenis keramik atau granit sebagai material finishing lantai. Namun sebetulnya ada beberapa macam alternatif material yang dapat kamu gunakan sebagai material finishing lantai sewaktu bangun rumah. Mari kita simak beberapa material alternatif yang bisa kamu gunakan berikut.
1. Keramik
Material jenis ini adalah yang paling umum digunakan selama 20 – 30 tahun terakhir. Dengan motif dan ukuran yang beragam, keramik banyak digunakan sebagai material finishing lantai dan dinding. Lokasi pemasangannya bukan hanya di dalam rumah, tapi juga dapat diaplikasikan di luar rumah seperti teras, carport, dinding exterior, tempat jemur pakaian, dan lain-lain. Keramik juga banyak digunakan di sektor komersial seperti ruko, rukan, restoran, dan lainnya. Ukuran keramik yang umum dipakai saat ini adalah ukuran yang lebih besar seperti 40 x 40 cm atau 60 x 60 cm. Walaupun pola pemakaiannya sudah mulai ditinggalkan, keramik masih banyak sekali digunakan di pasar kelas menengah ke bawah. Di kalangan menengah atas, keramik hanya dipakai pada lokasi-lokasi tertentu saja.
2. Granit dan marmer
Granit dan marmer saat ini semakin disukai karena harganya yang semakin terjangkau. Karakteristik batu granit dan mamer lebih keras dibanding keramik sehingga memiliki daya tahan yang lebih lama. Dan apabila warnanya mulai memudar dalam periode puluhan tahun setelah pemasangan, batu granit dan marmer dapat dilakukan pemolesan sehingga warnanya kembali menyala dan tidak kusam. Pemolesan ini pun dapat dilakukan berkali-kali sehingga usia pakainya panjang. Selain itu, motif batu granit dan marmer juga lebih mewah. Inilah salah satu alasan pemakaian batu granit dan marmer semakin disukai. Ukuran umum yang sering digunakan adalah 60 x 60 cm. Batu granit dan marmer tersedia dalam ukuran yang lebih besar, dan bisa melalui proses pemotongan, menyesuaikan ukuran yang diinginkan.
3. Karpet
Karpet bukan material baru dalam bangun rumah. Bentuk dan motif karpet ada bermacam-macam. Untuk pasar komersial, yang sering digunakan adalah jenis carpet tile. Karpet jenis ini berukuran kotak seperti keramik, umumnya berukuran 50 x 50, dengan ketebalan yang berbeda-beda. Semakin tebal karpet tersebut, harganya juga akan semakin mahal. Selain carpet tile, masih ada lagi jenis carpet roll, dan lain-lain. Hanya saja perawatan karpet lebih sulit karena rentan terhadap air dan api. Kamu harus menyediakan vacuum cleaner untuk membersihkan material ini, dan cairan pembersih khusus untuk menghilangkan noda. Sebaiknya hindari pemasangan karpet di tempat yang lembab.
4. Vinyl dan parquet
Vinyl dan parquet adalah salah satu material alternatif lainnya yang dapat digunakan sewaktu bangun rumah. Pada dasarnya, vinyl memiliki bentuk yang mirip dengan parquet hanya saja material dasarnya yang berbeda. Parquet harganya relatif lebih mahal karena berbahan dasar kayu. Parquet berkualitas bagus adalah yang berbahan dasar kayu solid keras seperti kayu jati, kayu merbau, dan sejenisnya. Ukuran ketebalannya berkisar dari 9 mm – 15 mm. Namun harga dari parquet jenis ini sangat mahal dibanding vinyl atau parquet laminate. Sementara jenis laminate hanya memiliki ketebalan 3 mm dengan harga jauh lebih murah.

Inilah beberapa material finishing lantai yang biasa digunakan dalam bangun rumah. Masing-masing material memiliki kelebihan dan kekurangannya mulai dari segi desain, segi perawatan, dan dari segi harga. Kamu bisa memilih jenis material tersebut berdasarkan konsep rumah dan budget yang telah ditetapkan. Umumnya, harga yang lebih mahal menandakan kualitas yang lebih baik. Carilah info mengenai karakteristik beberapa material tersebut sebelum kamu memutuskan untuk membelinya. Kamu juga bisa memadukan beberapa material tersebut berdasarkan fungsi ruangnya.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *