Mengenal jenis material partisi kantor

Mengenal Jenis Material Partisi Kantor 2

Sekat antar ruang kantor atau yang biasa disebut partisi kantor, digunakan untuk memberikan batasan antara ruang yang satu dengan yang lain. Sekat ruangan atau partisi kantor ini akan Anda jumpai di semua bangunan perkantoran, baik ruko atau gedung bertingkat. Yang mungkin tidak Anda sadari adalah variasi material partisi ini ternyata ada beberapa macam. Berikut adalah beberapa contoh material partisi kantor yang umum digunakan.

1. Batu bata
Dinding bata, baik bata merah, bata ringan (hebel), atau batako adalah material partisi yang umum digunakan untuk rumah tinggal namun tidak di perkantoran. Walaupun demikian, bangunan komersial masih menggunakan batu bata sebagai material partisi untuk toilet dan lift. Material tersebut memiliki kelebihan lebih kedap suara, tahan air, kuat dan tahan lama. Namun kekurangannya adalah bobotnya yang lebih berat. Sehingga apabila digunakan untuk material partisi kantor, secara keseluruhan bangunan akan membutuhkan pembuatan struktur yang lebih kokoh dan akan berakibat terhadap tingginya biaya pembangunan.

2. Gypsum
Gypsum banyak digunakan sebagai material partisi kantor karena bobotnya yang ringan, pemasangan yang cukup mudah, harganya juga cukup ekonomis. Material ini juga umum digunakan sebagai penutup plafon atau langit-langit ruangan. Karakter gypsum juga dapat menahan api cukup lama (mulai dari 1 jam, tergantung jenis gypsum yang digunakan) dan elastis sehingga memudahkan aplikator dalam menggunakannya. Namun, Kekurangan gypsum adalah tidak tahan terhadap air. Oleh karena itu, gypsum lebih cocok untuk digunakan pada interior ruangan dan tempat kering. Hindari pemakaian gypsum pada area basah.

3. GRC
GRC memiliki karakter seperti gypsum, cukup elastis dan bobotnya lebih ringan bila dibandingkan dengan batu bata. GRC juga memiliki kelebihan tahan api dan tahan air karena berbahan dasar semen yang dicampur serat fiber. Kekurangan GRC adalah harganya yang lebih mahal bila dibandingkan gypsum. Karena itu, GRC tidak umum digunakan sebagai material partisi kantor terutama area indoor. Sehingga banyak orang menggunakan GRC hanya untuk area lembab atau outdoor.

4. Kaca
Partisi kantor yang berbahan utama kaca dapat dikombinasikan dengan rangka aluminium, rangka kayu, gypsum, atau bahkan berdiri sendiri. Dalam membuat partisi kantor berbahan dasar kaca, harus diperhatikan jenis kaca, ukuran kaca dan ketebalan kaca itu sendiri. Untuk partisi kaca tanpa rangka dengan ukuran besar, sebaiknya menggunakan tempered glass. Umumnya tempered glass untuk partisi utama bangunan dan pintu masuk utama bangunan berukuran tebal 12 mm. Sedangkan untuk interior bangunan, masih bisa berkisar dari 8 mm – 12 mm. Sementara itu untuk partisi kaca menggunakan rangka aluminium bisa menggunakan kaca biasa dengan ketebalan 5 mm – 6 mm. Material kaca akan memberikan kesan lebih mewah dan memperluas ruangan. Namun demikian, biaya pemasangan partisi kaca akan lebih mahal dibanding gypsum.

5. Kayu
Kayu dapat digunakan sebagai salah satu alternatif material partisi kantor. Umumnya, partisi kayu akan mendapat perlakuan finishing lagi agar tampak lebih indah. Jenis finishing yang digunakan dapat berupa pemasangan HPL, politure, pengecatan, dan lainnya. Untuk kayu yang dikategorikan kayu solid keras seperti jati, merbau, dan lainnya, biasanya cukup dihaluskan dan diberi politure karena kayu jenis ini memiliki tekstur yang mewah dan mahal. Beda halnya apabila kayu yang digunakan “hanya” sekelas tripleks. Biaya menggunakan kayu sebagai material partisi sangat bervariatif tergantung dari jenis kayu yang dipilih.

partisi kantor dari kaca

Demikian beberapa material yang umum digunakan dan memiliki ketahanan yang cukup baik sebagai partisi kantor. Untuk pemasangan partisi, Anda dapat menghubungi jasa kontraktor bangunan terdekat. Konsultasikan kebutuhan Anda untuk memilih material partisi yang tepat.

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *